cegah AIDS……

Awalnya tulisan ini  kuberi judul Whaddup A’ids………adalah sebuah Tulisan  jaman SMA,  waktu  sy lagi idealis2nya..
(mungkin bgitulah pelarian ke”Labilan” masa SMA ala saya…)
sebelumnya…..segala koreksian…kritikan…atau bingkisan….diterima dengan senang hati    :)

Whaddup Aids adalah tulisan yang isinya mengandung berbagai pertanyaan seputar penyakit Aids , seperti:

“Apakah AIDS ITU ?  Bagaimana penyebaran-nya ?  Apakah Akar pemicunya ?,  sejauh mana sosialisasi kondom mengatasi penyebaran penyakit ini ?  sejauh mana pengaruh keluarga dalam memberikan perhatian bagi mereka yang sudah terjangkit maupun anggota keluarga lainnya yang masih sangat  perlu dilindungi dari segala hal yang menyangkut penyebaran virus AIDS? .

Dua point pertama dari pertanyaan-pertanyaan   ini memang telah sering menjadi bahan pembicaraan, oleh karena itu focus karya tulis ini lebih pada pertanyaan –pertanyaan yang masih tersisa dan sangat urgen untuk dibahas .

Akhir kata, saya ucapkan selamat membaca.Semoga bermanfaat !

Pendahuluan

 

I. Latar Belakang
In Brieft N’ to the point, latar belakang  penyusunan karya tulis ini didasari atas KEJENGKELAN, KETIDAKPUASAN DAN KEBENCIAN saya pada satu LSM yang pernah mensosialisasikan bagaimana menghindari virus HIV AIDS disekolah saya. Awalnya ia “sedikit”mewanti-wanti untuk tidak melakukan Free Sex. Namun, pada akhirnya ia menawarkan penggunaan sebungkus karet KB  yang di ambil dari saku celananya, saya membatin “ apakah semua aktivis sosialisasi masalah AIDS seperti ini ?, klo memang demikian GAswattt!.Masalahnya adalah pemikiran anak SMA itu,! di benak mereka sesuatu yang tidak mungkin ketika teman kencan mereka sesama Anak SMA mengidap penyakit seperti itu mumpung para aktivis masih “mewajarkan aktivitas seperti itu,why not!(maklum Di Kendari Pergaulan Bebas juga abis-abisan/fakta seringkali dapat dilihat). Pertanyaan besar ,Mengapa para aktivis ini dalam setiap sosialisasinya maupun  dalam seminar hanya menekankan untuk menghindari VIRUS HIV /AIDS tanpa turut menekankan untuk tidak melakukan FREE SEX ? paling banter kata mereka “Klo Bisa yaaaa dihindari, segera gunakan kondom klo memang kagak bisa nahan…! Cekkkedebuuuaarr! Solusi yang menyesatkan dari orang-orang pintar yang tak begitu cerdas . Terbukti sosialisasi seperti itu tidak membawa perubahan yang berarti bagi penurunan angka suspect AIDS di Negara kita .

Tidak hanya dari aktivitas relawan , satu hal yang penting untuk menjadi perhatian kita adalah peranan keluarga yang memang hingga saat ini jarang menjadi bahan pembicaraan sebagai sarana menghidari penyebaran virus ini, adapun klo memang ada, paling hanya sekitar agar Sikeluarga bersedia dan ikhlas menerima anggota keluarga yang telah terjangkit virus yang paling mematikan ini –selain Flu burung- tanpa ada usaha untuk mesosialisasikan upaya yang bisa menjadi akar solusi tidak hanya pada masalah AIDS namun untuk barbagai masalah merugikan jenis lainnya.

II. PEMBAHASAN

A.Kampanye Kondom Sebagai Pencegah Penyebaran Virus HIV/AIDS

“Bring Nothing But Suffering”

Meski ada sebuah penelitian  di Eropa yang menyebutkan bahwa kondom lateks dapat memberikan perlindungan hingga 98%-99% terhadap infeksi HIV, Bila di gunakan Secara konsisten dan benar.Ternyata masih banyak kalangan  termasuk sejumlah pakar menyatakan hal sebaliknya.Seperti yang dirangkum oleh Prof.Dr.Dadang Hawari :

1. Disebutkan bahwa pada kondom(yang  terbuat dari bahan lateks)terdapat pori-pori dengan diameter 1/60 mikron dalam  keadaan tidak merenggang,sedangkan bila dalam keadaan merenggang lebar pori-pori dapat mencapi 10 kali.sementara kecilnya virus HIV berdiameter 1/250 mikron.wah!menjaring santan pake jarring ikan dongk (sorry berlebihan)!

2.Sementara J Mann (1995) dari Harvard AIDS Institute yang menyatakan bahwa

tingkat keamanan kondom hanya 70%.

3.Penelitian yang dilakukan oleh lytle(1992)dari Division Of Life Sciences,Rockville,maryland,USA,membuktikan bahwa penetrasi kondom oleh partikel sekecil virus HIV/AIDS dapat terdeteksi.

4. Direktur Jenderal WHO Hiroshi Nakajima (1993) menyatakan bahwa efektivitas kondom diragukan

5.Laporan dari majalah customer ( 1995)menyatakan bahwa pemeriksaan dengan menggunakan electron mikroskope dapat dilihat pori-pori kondom yang 10 kali lebih besar dari virus HIV.

6.Pakar AIDS, R, Smith,setelah brtahun-tahun mengikuti ancaman AIDS dan penggunaan kondom,MENGECAM mereka yang telah menyebarkan safe sex dengan cara menggunakan kondom sebagai “sama saja dengan mengundang  kematian”.Selanjutnya beliau mengetengahkan pendapat agar resiko penyebaran HIV/AIDS diberantas dengan cara menghindari hubungan seksual diluar nikah.

Beberapa komentar diatas bila kita pahami dengan jelas rasanya tergambar bahwa Karet KB/kondom  memang dirancang untuk keluarga berencana dan bukan untuk mencegah virus HIV/AIDS  itupun untuk  keluarga berencana saja, Prof.Dr.Biran Affandi ( 2000) menyatakan bahwa tingkat kegagalan kondom mencapai hingga  20%.Memang,bahan lateks untuk kondom kabarnya sekarang dibuat lebih baik dengan pori-pori bisa lebih kecil daripada virus HIV/AIDS.Namun dengan adanya tekanan saat dipakai ,atau akibat gesekan ,kondom tetap bisa kebobolan.Apalagi kondom memang pada awalnya digunakan agar efektif mencegah kehamilan.

Dari segala kekurangan diatas,entah mengapa sejak Virus ini pertama kali ”muncul”18 tahun lalu di Bali hingga sekarang,langkah untuk sosialisasi/kondomisasi masih menjadi satu-satunya cara yang paling digemborkan untk menaggulangi penyebaran virus ini .Selain itu belum ada langkah yang bisa dikatakan efektif yang dapat membuat kita mendengar di berita mengenai penurunan Suspect AIDS di Indonesia,Justru!menurut Armyn Nurdin ,Wakil ketua Komisi penanggulangan AIDS  dan para pakar telah memperkirakan skenario terburuk jika Indonesia tidak dapat menanggulangi penyakit ini “tahun 2010 diperkirakan 5 hingga 10 juta orang akan terifeksi.Hingga akhir september lalu saja,Departemen Kesehatan melaporkan sebanyak 4.065 orang yang terditeksi HIV dan 4.186 telah dinyatakan AIDS,dan kebanyakan adalah PSK.

Jadi jelas penggunaan Kondom absolutely tidak efektif,tapi sosialisasi karet KB ini masih dianggap solusi yang terbaik bagi para Aktivis /relawan .Keadaan ini di perburuk  dengan hadirnya terobosan baru berupa “ATM KONDOM” bahkan BKKBN (boleh tersinggung kok!)menyediakan 200.000 gross kondom gratis bertepatan dengan hari AIDS sedunia bulan Desember lalu,yang juga dibagikan kekelompok waria dan kaum gay di kota BOGOR.Disebutkan pembagian kondom itu juga sesuai dengan keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI melalui surat keputusan Skep 68/MEN?IV/2004 tentang penanggulangan HIV AIDS di tempat kerja.(Nah …!Ujungnya sama saja dengan para Aktivis AIDS)

By The Way On The Way of Bus way,Akar penyebab penyebaran HIV/AIDS adalah seks bebas,dan bukan karena si Suspect yang lupa menggunakan kondom.Pernah sich..Thailand yang memang terkenal dengan wisata Seks-nya sukses besar mengurangi kasus infeksi virus HIV dan PMS sejak 1991 dan 1995.seperti dituturkan, Dr.david D.Celentano dari Johns Hopkins University di Baltimore, Maryland  bahwa program 100% kondomisasi itu juga disertai  dengan kampanye pengurangan frekwensi berhubungan seks dengan pekerja seks dengan pekerja seks.Thailand bisa menurunkan kasus infeksi virus HIV hingga lima kali dan 10 kali lipat untuk Penyakit Menular Seksual.ARTINYA  kalau alat kontrasepsi ini dipakai sementara frekwensi Seks bebas konstan, infeksi penularan virus HIV tetap saja tinggi.

Jadi,maraknya kampanye kondom ataupun bertebarannya ATM kondom oleh orang jujur (saya harap pembaca orang yang jujur)hanya akan meningkatkan aktivitas Free sex yang menjadi akar penyebaran Virus AIDS.

Kalau solusinya begitu-begitu terus sampai kapanpun infeksi Virus HIV tidak akan bisa dicegah dan hanya akan menjadi slogan saja.masalahnya kalau orang sudah dikuasai setan jangankan sempat pakai alat kontrasepsi ,imannya/akal sehatnya saja sudah copot apalagi alat kontrasepsinya.

Last word,  solusi sosialisasi Kondom untuk mencegah penyebaran  Virus HIV AIDS adalah sesuatu yang Bullshitsss!and WILL BRING NOTHING BUT SUFFERINg.

B.       Solusi yang Patut di Perhitungkan
 

1.   Keluarga Sebagai Pencegah Utama
Berdasarkan survey yang  saya lakukan pada 15 orang yang diantaranya 10 orang remaja, 3 orang dewasa (sudah menikah dan berumur sekitar 25 keatas )dan 2 orang Guru , mengenai pemicu utama penyebaran Virus HIV /AIDS adalah sebagian besar mereka yang memang pernah/ sering melakukan sex bebas. Jujur ! perilaku seperti itu hanya dimiliki oleh pribadi yang rapuh , keimanan yang sangat minim dan beberapa diantaranya berasal dari keluarga yang tidak begitu peduli dengan kondisi moral dan keseharian yang tidak mendapat control dari keluarga,”an emotionally unstable family produces an emotionally unstable youngster (keluarga yang secara emosi tidak mapan melahirkan generasi yang secara emosi rapuh) .Orang tua yang merupakan anggota keluarga yang paling diharapkan dapat membentuk sosok tangguh ,ternyata juga masih banyak memiliki tipe/ karakter yang jauh dari sosok “Pelindung”,karakter-karakter itu diantaranya:

*Orang Tua CUEK,ORTU yang seperti ini hanya tahu mengurus kebutuhan material anaknya.Urusan prestasi, kamu bergaul dengan siapa, punya masalah apa, tidak menjadi bahan pikiran mereka.Biasanya ORTU seperi ini baru kebakaran jenggot ketika anaknya sudah “jatuh”, misalnya terjerumus dalam narkoba,MBA,tidak naik kelas dll.

*Orang Tua Killer,tipe ORTU seperti ini selalu memaksakan kehendak dan suka intervensi segala urusan.Mereka banyak menuntut dan harus selalu dituruti.Walhasil “sebagian “anak akan merasa terkekang sehingga sebagian dari mereka merasa perlu mencari kesenangan diluar rumah.

*Orang Tua gaul,Ini termasuk ORTU yang sangat mengerti kebutuhan remaja masa kini.Positifnya, mereka sangat kompromistis, peduli, dan senantiasa ikut menggenjot prestasi anaknya.Negatifnya,ORTU seperti ini cenderung Permisifisme/ “Serba Boleh”.Malah cenderung terbawa arus. Demi gaul,Modern dan trend mereka biasanya menyarankan anaknya dengan hal-hal yang masa kini.Padahal Trend yang berkembang saat ini adalah budaya hedonisme barat.Anda bisa membayangkan hasilnya ??.

Dari sedikit gambaran diatas dapat diambil satu kesimpulan bahwa

Sebenarnya ,akar masalah dari penyebaran Virus AIDS bukanlah karena Si Suspect yang tidak berhati-hati dan lalai dalam menggunakan kondom ataupun karena penggunaan jarum suntik secara bergantian sehingga terdapat kontak dengan Si pengidap Virus, namun lebih dari itu adalah buah dari pola pergaulan yang sangat bebas ditambah dengan dukungan kondisi kebebasan yang telah menggiring para generasi segala umur utamanya remaja untuk berkiblat pada pola pergaulan barat ,diperburuk dengan sosok sebagian ORTU yang sangat jarang mengambil tindakan preventif  yang mengakar sejak dini . Mengenai hubungan semua ini dapat secara matematik digambarkan sbb:

AIDSCS    ; ( FI   +  UF )  –  (I + SC )

Dimana ,

AIDS CS : suspect HIV beserta koloni ( Free Sex dan Juvenile Deliquency lainnya)

FI               : Free intercourse/ pergaulan bebas

UF              : Unstable Family

I                 : Tingkat keimanan

.                    SC               : Social control / control masyarakat

Semakin merajalelanya pergaulan bebas (FI) ditambah kondisi kepedulian keluarga yang semakin menurun di dalam kondisi masyarakat yang individual dan tingkat keimanan personal yang rendah, maka peluang terjadinya Sex menyimpang ataupun penggunaan suntik narkoba yang memiliki peluang amat sangat besar dalam penyebaran virus HIV/AIDS akan semakin tinggi dan begitu juga sebaliknya.

Unstable Family dicerminkan dengan kondisi dimana dalam satu keluarga tidak tercipta suasana kepedulian,kasihsayang,rasa tanggungjawab, yang memungkinkan untuk terciptanya kondisi yang memungkinkan gejala yang menjadi akar penyebaran virus HIV tidak tersentuh sedikitpun. Sementara itu, tingkat keimanan ditunjukkan dengan kesadaran yang amat mendalam bahwa apapun dan kapanpun  yang dilakukan di muka bumi ini akan dimintai pertanggung jawaban dihadapan TUHAN, Nilai yang satu ini adalah bekal dasar yang harus disiapkan Orangtua sejak dini. Bila nilai yang satu ini rendah, padahal keimanan menjadi salah satu pengurang/penghalang seseorang melakukan Free sex ataupun hal lainnya yang dapat menghantarkan seseorang untuk menjadi pengidap HIV+,bagaimana???.

Terkait Peran Orang Tua (Keluarga) dan  Kontrol masyarakat sebagai satu hal yang dapat sangat membantu pencegahan akar masalah dari penyebaran Virus HIV/ AIDS, berikut langkah-langkah / tips yang dapat penulis tawarkan :

A.Untuk lingkungan keluarga :* Bagi Orang Tua, bekalilah anak anda dengan pengetahuan agama sejak dini,sehingga semua itu akan tertanam secara kuat  didalam diri seorang anak .Sebab,pengalaman hidup pada masa-masa awal umur manusia akan membentuk ciri-ciri khas ,baik dalam tubuh maupun pikiran ,yang bisa jadi tidak ada yang dapat mengubahnya sesudah masa itu..

* Jadilah tempat mereka meminta pendapat dan jadilah sahabat bagi mereka,

*Tunjukkan kasih sayang dengan perhatian

*Tetap mengontrol pergaulan anak (dengan siapa mereka bergaul) ,tapi tidak terlalu OVERPROTECTIVE

*Berusahalah menjadi Orang Tua yang dapat mengarahkan anak menjadi pribadi yang kuat, tidak senantiasa memaksakan kehendak dan bertanggungjawab.

B.Untuk lingkungan masyarakat,*Ada baiknya membentuk Organisasi khusus antar OrangTua guna membahas masalah yang terkait dengan remaja,mengadakan seminar khusus mengenai berbagai macam penyimpangan yang ada didalam masyarakat yang dapat mempengaruhi moral anggotanya.

 

“Jangan biarkan “ia” menyebar.Jangan beri kesempatan untuk membuatmu menderita.Ada baiknya kita serius menghadapi Virus ini sebelum segalanya terlambat. Tidak ada yang utopis pada solusi yang satu ini selagi kita masih memiliki potensi untuk mewujudkannya.

Mari kita bergerak ! SEKARANG

 

Dari gambaran dan Solusi yang telah dipaparkan sebelumnya,mungkin masih ada yang menyangsikan Isi dari tulisan diatas seperti pada pembuatan rumus yang mungkin menurut sebagian orang masih terlalu umum untuk suatu penyimpangan, Contohnya -mengapa dalam rumus point keimanan ataupun social kontrol tidak diganti saja dengan kepedulian seseorang dalam menggunakan kondom?agar penguranganya lebih spesific kearah penyebaran virus HIV/AIDS.Atau begitu juga dengan kondisi keluarga yang rusak agar lebih spesific kearah masalah, diganti saja dengan penggunaan jarum suntik narkoba yang bergantian dengan si Suspect.Atau mengapa pada rumus ditulis formula AIDS cs?,jawabannya,saya menulis AIDS karena memang itulah fokus kita pada karya tulis ini ,mengapa ada kata cs …karena solusi yang saya tawarkan adalah solusi yang tidak hanya untuk mencegah penyebaran penyakit AIDS  namun juga untuk menghilangkan “akar” dari penyebaran AIDS .Bukankah AIDS sebagian besar terjadi karena pelaku sex yang menyimpang  dan akibat suntik narkotik ?(terlepas dari orang yang terjangkit akibat suatu ketidaksengajaan)

Jadi,adalah suatu pemecahan masalah yang Nonsense ketika masih ada orang yang beranggapan pencegahan AIDS hanya dapat dilakukan dengan kondomisasi secara intensif tanpa pernah menawarkan solusi yang menjadi akar dari segala ketimpangan.Namun sekarang kita lihat tidak ada pihak yang bersungguh-sungguh ingin memberantas dari akarnya,Buktinya…!

 

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: